Rasanya baru kemarin kegiatan CYOF 2019 terlaksana dan berhasil membentuk karakter setiap peserta yang sekarang telah meneruskan studi mereka ke perguruan tinggi yang mereka cita-citakan dan impi-impikan. CYOF menjadi salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh siswa kelas XII SMA 1 Pekalongan setiap tahunnya. Karena dengan adanya kegiatan Create Your Own Future ini siswa kelas XII diberikan motivasi dan dorongan yang bertujuan untuk membentuk dan memperbaharui karakter yang baik dalam diri setiap siswa kelas XII sehingga mereka mampu berkembang dan memperjuangkan jalan hidup yang telah atapun yang akan mereka pilih untuk masa depannya.

Acara CYOF tahun ini adalah acara yang ke-14 kalinya telah dilaksanakan di SMA 1 Pekalongan. Pak Heppy Trenggono yang merupakan alumni dari SMA Kartini Pekalongan (sekarang SMA 1 Pekalongan) adalah orang yang berada di belakang terciptanya acara motivasi untuk siswa kelas XII yang telah berlangsung sejak tahun 2006. 

Namun ada yang berbeda dari acara CYOF tahun ini dibandingkan dengan acara CYOF tahun-tahun sebelumnya. Ada yang fresh kalau kata peserta yang dulu pernah menjadi salah satu panitia ketika duduk di kelas XI. Sehingga acara CYOF tahun ini tidak bisa ditebak akan seperti apa dan siswa harus bagaimana. Salah satu yang menarik dari setiap kegiatan CYOF setiap tahunnya adalah kegiatan Real Life Game yang menantang siswa untuk berusaha menjual produk yang hasil jualan tersebut akan dihitung dan bagi yang berhasil mendapatkan hasil jualan paling banyak akan mendapatkan hadiah spesial dari Pak Heppy.

Baca Juga : Tatap Mantap Tanpa Ratap 

Namun tidak untuk tahun ini, tidak ada barang ataupun produk yang bisa peserta CYOF jual untuk mendapatkan keuntungan. Karena pada CYOF tahun ini, siswa kelas XII ditantang untuk menciptakan ide-ide “menciptakan” uang ketika mereka mengikuti kegiatan Real Life Game ini. Peserta diberikan kebebasan untuk melakukan apapun yang baik tentunya namun dapat menciptakan uang, itulah apa yang diajarkan pada kegiatan Real Life Game di CYOF tahun ini “bukan mencari uang tapi menciptakan uang“.  Ada beberapa peserta yang menjualkan makanan seperti kerupuk, mendoang  milik penjual yang ada di pasar, tidak hanya di pasar, beberapa siswa juga berhasil menjualkan batik dari toko batik di sekitar lokasi Real Life Game peserta.

Banyak pengalaman unik, lucu bahkan penolakan yang mereka dapatkan ketika mengikuti kegiatan Real Life Game CYOF tahun 2020 ini. Tidak sedikit dari siswa yang harus menerima penolakan ketika menawarkan jasa mereka untuk membantu mempromosikan barang dagangan orang lain di pasar atau di toko-toko. Tidak sedikit juga yang harus menerima penolakan dari para pembeli yang mereka tawari produk yang mereka jual, padahal produk tersebut bukanlah produk mereka sendiri namun produk orang lain yang berada di sekitar lokasi kegiatan Real Life game yang mereka berusaha jual untuk mendapatkan uang.

Kegiatan Real Life Game bertujuan memperkenalkan siswa kelas XII akan kehidupan nyata yang bakal mereka hadapi kelak setelah lulusa dari SMA 1 pekalongan. Kegiatan ini mengajarkan mereka agar tidak mudah putus asa dan kecewa dengan penolakan yang mereka temui. Karena kehidupan tidak melulu tentang yang indah-indah saja, namun adakalanya mereka harus menemui kerikil-kerikil kecil bahkan duri-duri tajam dalam perjalanan mereka kelak. Oleh sebab itu mereka harus mampu hidup dengan pantang menyerah dan menghadapi semua cobaan ataupun tantangan yang datang kepada mereka.

Untuk kegiatan CYOF tahun ini sendiri dipandu oleh tim dari Indonesia Mentoring yang berasal dari kota Malang yang juga berada di bawah naungan bapak Heppy Trenggono selaku mentor dan guru tim Indonesia Mentoring. Acara yang berlangsung selama 2 hari sejak hari Jumat (31 Januari) hingga Sabtu 1 Februari 2020 ini kembali dilaksanakan di gedung Amarta Setda Kota Pekalongan. 

Baca Juga : Sebuah Proses Yang Tidak Mudah

Namun sayangnya, pada CYOF kali ini tidak bisa dihadiri oleh bapak Heppy Trenggono yang berhalangan hadir karena ada kepentingan mendadak yang tidak bisa ditunda ataupun diwakilkan orang lain. Namun para siswa masih bisa melakukan video call dengan Pak Heppy serta medengarkan nasehat dan motivasi darinya melalui video call yang dilaksanakan pada akhir sesi CYOF tahun ini.

Seperti yang telah ditulis di atas, hasil akhir dari kegiatan ini adalah menciptakan siswa-siswa yang berkarakter serta mampu memperjuangkan apa yang mereka impikan dan mereka pilih untuk masa kini dan masa depan mereka kelak. 

Previous post Jaksa Masuk SMA 1 Pekalongan
Next post Kriteria Kelulusan Bagi Kelas XII

One thought on “Ada Yang Beda di CYOF 2020”

Tinggalkan Komentar