{"id":78014,"date":"2026-07-17T13:25:52","date_gmt":"2026-07-17T13:25:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/?p=78014"},"modified":"2026-09-01T14:37:40","modified_gmt":"2026-09-01T14:37:40","slug":"mpls-menanam-mangrove","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/mpls-menanam-mangrove\/","title":{"rendered":"Menanam Harapan di Pesisir Pekalongan: Langkah Awal Siswa Baru SMAN 1 Pekalongan Menjaga Bumi"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pagi itu, deretan siswa baru SMA Negeri 1 Pekalongan tidak hanya datang untuk mengenal lingkungan sekolah. Dengan mengenakan semangat yang sama, mereka melangkah menuju kawasan konservasi mangrove di pesisir Kota Pekalongan untuk melakukan sebuah aksi sederhana namun bermakna: menanam harapan bagi masa depan lingkungan melalui 1.000 bibit mangrove.<\/strong><\/p>\n<p>Jumat, 17 Juli 2026, menjadi pengalaman yang berbeda bagi 321 peserta didik baru kelas X SMA Negeri 1 Pekalongan. Di tengah rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026\/2027 yang mengusung tema <strong>&#8220;Smansa Cosmopolitan&#8221;<\/strong>, mereka diajak terlibat langsung dalam aksi pelestarian lingkungan hasil kolaborasi antara SMA Negeri 1 Pekalongan dan <strong>Mercy Corps Indonesia melalui program Zurich Climate Resilience Alliance Indonesia (ZCRA Indonesia).<\/strong><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-78015\" src=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-200x133.jpg 200w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0689-1568x1045.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Berbeda dengan kegiatan MPLS yang identik dengan pengenalan budaya sekolah di dalam kelas, para siswa kali ini belajar langsung dari alam. Hamparan kawasan mangrove di pesisir Pekalongan menjadi ruang belajar terbuka yang memperkenalkan mereka pada persoalan lingkungan yang nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Kota Pekalongan sendiri merupakan salah satu wilayah pesisir di Pantai Utara Jawa yang menghadapi tantangan lingkungan cukup besar. Abrasi pantai, banjir rob, hingga penurunan muka tanah menjadi persoalan yang terus dirasakan masyarakat. Bagi generasi muda yang tumbuh dan bersekolah di kota ini, memahami kondisi tersebut menjadi langkah awal untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-78016\" src=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-200x133.jpg 200w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0771-1568x1045.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Sebelum kegiatan penanaman dilakukan, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai perubahan iklim dan kondisi pesisir Pekalongan. Melalui sesi tersebut, siswa diajak memahami bahwa perubahan lingkungan bukanlah isu yang jauh atau hanya terjadi di tempat lain. Dampaknya dapat dirasakan secara langsung di kota tempat mereka tinggal.<\/p>\n<p>Ibu <strong>Dhea Amelia Yusrina A. S., Knowledge Management Officer ZCRA Indonesia<\/strong>, menjelaskan bahwa perubahan lanskap pesisir yang terjadi saat ini merupakan tantangan yang perlu dipahami oleh generasi muda.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak anak muda Pekalongan untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Isu lingkungan bukan hal yang jauh, ini merupakan hal yang sangat dekat dengan anak muda. Perubahan lanskap pesisir tentunya akan menjadi ancaman bagi ruang hidup anak muda di masa depan,&#8221; ujarnya.<\/p><\/blockquote>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-78019\" src=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-200x133.jpg 200w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0936-1568x1045.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Pesan tersebut seolah menemukan maknanya ketika para siswa mulai menanam bibit mangrove satu per satu. Tangan yang sebelumnya sibuk memegang buku dan perlengkapan sekolah kini bekerja bersama menancapkan bibit ke tanah berlumpur. Aktivitas itu menjadi simbol bahwa perubahan besar sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama-sama.<\/p>\n<p>Bagi SMA Negeri 1 Pekalongan, kegiatan ini bukan sekadar program seremonial dalam rangka MPLS. Sekolah memiliki komitmen panjang dalam membangun budaya peduli lingkungan. Perjalanan tersebut dibuktikan melalui berbagai capaian, mulai dari penghargaan <strong>Adiwiyata Provinsi<\/strong>, <strong>Adiwiyata Nasional<\/strong>, hingga pengukuhan sebagai <strong>Sekolah Adiwiyata Mandiri<\/strong> pada tahun 2024.<\/p>\n<p>Salah satu guru penggagas kegiatan, Bapak <strong>Ainun Najib<\/strong>, menegaskan bahwa berbagai penghargaan yang telah diraih sekolah seharusnya menjadi motivasi untuk terus bergerak dan melakukan aksi nyata.<\/p>\n<blockquote><p>&#8220;Kami ingin menjaga lingkungan tidak berhenti pada penghargaan yang diterima sekolah. Melalui MPLS, siswa kami perkenalkan dengan budaya dan komitmen sekolah terhadap lingkungan, mulai dari pengurangan sampah plastik, pengelolaan sampah secara mandiri, hingga upaya menjaga kawasan pesisir melalui penanaman mangrove,&#8221; jelasnya.<\/p><\/blockquote>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-78017\" src=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-200x133.jpg 200w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0862-1568x1045.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Komitmen tersebut juga terlihat dari rencana tindak lanjut setelah penanaman selesai dilakukan. Bibit-bibit mangrove yang telah ditanam tidak akan dibiarkan tumbuh tanpa pengawasan. Para siswa akan dilibatkan dalam pemantauan berkala untuk melihat perkembangan tanaman sekaligus memahami pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan.<\/p>\n<p>Melalui proses tersebut, mereka belajar bahwa menjaga alam bukan pekerjaan yang selesai dalam satu hari. Dibutuhkan kesabaran, konsistensi, dan tanggung jawab untuk memastikan setiap bibit yang ditanam dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.<\/p>\n<p>Mangrove sendiri memiliki peran penting bagi kawasan pesisir. Selain membantu mengurangi abrasi, tanaman ini juga berfungsi menyerap karbon, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat bagi berbagai biota yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar menanam pohon, kegiatan ini juga menanamkan kesadaran bahwa masa depan lingkungan berada di tangan generasi muda saat ini. Di tengah tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, kolaborasi antara sekolah, masyarakat, lembaga sosial, dan berbagai pihak menjadi kunci dalam menghadirkan solusi yang berkelanjutan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-large wp-image-78018\" src=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-1024x683.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"683\" srcset=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-768x512.jpg 768w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-200x133.jpg 200w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/IMG_0878-1568x1045.jpg 1568w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Bagi para peserta didik baru SMA Negeri 1 Pekalongan, pengalaman ini mungkin menjadi salah satu pelajaran pertama yang mereka terima di bangku SMA. Namun, pelajaran tersebut bukan tentang rumus atau teori di dalam buku, melainkan tentang tanggung jawab sebagai warga yang hidup di kota pesisir yang rentan terhadap perubahan lingkungan.<\/p>\n<p>Di antara lumpur pesisir dan deretan bibit mangrove yang baru ditanam, tersimpan harapan akan masa depan yang lebih baik. Sebuah harapan bahwa generasi muda tidak hanya menjadi saksi perubahan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.<\/p>\n<p>Karena pada akhirnya, pendidikan tidak hanya mengajarkan cara meraih prestasi, tetapi juga membentuk kepedulian untuk menjaga kehidupan. Dan di pesisir Kota Pekalongan, langkah itu dimulai dari seribu bibit mangrove yang ditanam bersama.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dengan mengenakan semangat yang sama, mereka melangkah menuju kawasan konservasi mangrove di pesisir Kota Pekalongan untuk melakukan sebuah aksi sederhana namun bermakna: menanam harapan bagi masa depan lingkungan melalui 1.000 bibit mangrove.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[6,10,505,12,13],"tags":[60,101,147,157,210],"class_list":["post-78014","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-foto","category-jurnalistik","category-kegiatan","category-kesiswaan","tag-berita","tag-foto","tag-jurnalistik","tag-kelas-x","tag-mpls"],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78014","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78014"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78014\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78022,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78014\/revisions\/78022"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78014"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78014"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78014"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}