{"id":78123,"date":"2026-10-20T06:38:16","date_gmt":"2026-10-20T06:38:16","guid":{"rendered":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/?p=78123"},"modified":"2026-10-20T06:38:16","modified_gmt":"2026-10-20T06:38:16","slug":"dari-peraih-nilai-snbt","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/dari-peraih-nilai-snbt\/","title":{"rendered":"Amadeo Yesa: Dari Peraih Nilai Snbt Tertinggi Hingga Bintang Clash Of Champions"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Amadeo Yesa, yang akrab disapa Deo, merupakan salah satu anak muda berprestasi di Indonesia yang dapat menjadi inspirasi bagi pelajar. Namanya dikenal luas setelah berhasil meraih nilai rata-rata UTBK-SNBT tertinggi secara nasional pada tahun 2023, yaitu 827,94. Ia merupakan lulusan SMA Katolik Rajawali Makassar yang diterima di Departemen Teknik Informatika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Selain prestasinya dalam UTBK-SNBT, Deo juga pernah meraih medali perak Olimpiade Sains Nasional bidang Kimia. Pencapaiannya menunjukkan bahwa ketekunan, kemampuan berpikir, dan kebiasaan belajar yang baik dapat membantu seseorang mencapai prestasi luar biasa.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perjalanan Deo menuju perguruan tinggi impiannya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Ia pernah gagal masuk Teknik Informatika ITS melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Namun, kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah. Ia kembali berusaha melalui jalur SNBT dan berhasil meraih hasil yang luar biasa. Pengalaman ini mengajarkan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan kesempatan untuk mengevaluasi diri, memperbaiki strategi, dan mencoba kembali dengan persiapan yang lebih baik. Keberhasilan tidak selalu datang melalui jalan yang mudah, tetapi dapat diraih oleh mereka yang bersedia terus belajar dan berusaha.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Salah satu hal yang dapat dipelajari dari Deo adalah pentingnya konsistensi dalam belajar. Ia dikenal menerapkan kebiasaan belajar secara rutin dan berlatih mengerjakan soal. Daripada hanya mengandalkan belajar dalam waktu lama menjelang ujian, belajar secara bertahap dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat. Latihan soal juga bermanfaat untuk mengenali pola pertanyaan, memahami konsep, dan mengetahui bagian materi yang masih perlu diperbaiki. Prestasi Deo mengingatkan kita bahwa keberhasilan bukan hanya tentang seberapa pintar seseorang, tetapi juga tentang bagaimana ia mengembangkan kemampuannya melalui usaha yang berkelanjutan.<\/span><\/p>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-78124\" src=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Deo-Ruang-Guru.jpg\" alt=\"\" width=\"820\" height=\"410\" srcset=\"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Deo-Ruang-Guru.jpg 820w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Deo-Ruang-Guru-300x150.jpg 300w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Deo-Ruang-Guru-768x384.jpg 768w, https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Deo-Ruang-Guru-200x100.jpg 200w\" sizes=\"(max-width: 820px) 100vw, 820px\" \/><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Popularitas Amadeo Yesa semakin meningkat ketika ia mengikuti Clash of Champions (CoC) Season 2, kompetisi akademik yang diselenggarakan oleh Ruangguru pada tahun 2025. Dalam kompetisi tersebut, Deo menunjukkan kemampuannya dalam menghadapi tantangan yang membutuhkan penalaran, konsentrasi, strategi, dan pemecahan masalah. Ia berhasil mencapai posisi tiga besar. Keikutsertaannya dalam CoC memperlihatkan bahwa kemampuan akademik tidak hanya dibutuhkan untuk memperoleh nilai tinggi dalam ujian, tetapi juga dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks dalam situasi kompetitif.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengalaman Deo di Clash of Champions memberikan pelajaran penting bagi para siswa. Menghadapi soal yang sulit membutuhkan lebih dari sekadar hafalan. Siswa perlu memahami persoalan, mengidentifikasi informasi penting, menyusun strategi, dan menentukan langkah penyelesaian secara sistematis. Selain itu, kemampuan mengelola waktu dan menjaga konsentrasi juga berperan penting. Hal-hal tersebut dapat dilatih melalui kegiatan sederhana, seperti mengerjakan soal penalaran, membaca teks secara kritis, mengikuti diskusi, bermain permainan strategi, dan mengevaluasi kesalahan setelah menyelesaikan latihan.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain mengembangkan kemampuan akademik, siswa juga perlu mengenali minat dan potensi dirinya. Ketertarikan Deo pada matematika sejalan dengan prestasinya dalam Penalaran Matematika pada UTBK-SNBT. Namun, mengenali kelebihan saja tidak cukup. Siswa juga perlu berani menghadapi materi yang dianggap sulit, meminta bantuan ketika mengalami kesulitan, dan terus memperbaiki kemampuan yang belum dikuasai. Prestasi yang berkelanjutan tumbuh ketika seseorang mampu memanfaatkan kelebihannya sekaligus bersedia belajar dari kekurangannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kisah Amadeo Yesa mengajarkan bahwa kecerdasan bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan. Konsistensi, ketangguhan menghadapi kegagalan, kemampuan berpikir kritis, dan kemauan untuk terus berkembang merupakan bagian penting dari perjalanan menuju prestasi. Tidak semua siswa memiliki kemampuan awal atau perjalanan pendidikan yang sama, tetapi setiap siswa dapat berusaha meningkatkan kemampuannya melalui kebiasaan belajar yang baik. Kita tidak harus menjadi Amadeo untuk meraih kesuksesan. Kita dapat mengambil pelajaran dari perjuangannya dan menerapkannya sesuai dengan tujuan masing-masing.<\/span><\/p>\n<p><b>Tips Belajar yang Dapat Diteladani dari Amadeo Yesa<\/b><\/p>\n<ol>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Belajar secara konsisten.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Luangkan waktu belajar setiap hari, meskipun hanya 30\u201360 menit. Bangun kebiasaan belajar yang realistis dan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Perbanyak latihan soal.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Biasakan mengerjakan soal yang melatih penalaran, pemahaman konsep, dan pemecahan masalah, bukan hanya menghafalkan materi.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Evaluasi setiap kesalahan.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Catat soal yang salah, pahami penyebabnya, pelajari konsep yang tepat, lalu kerjakan kembali tanpa melihat pembahasan.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Latih kemampuan berpikir kritis.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Saat membaca teks atau menghadapi persoalan, tanyakan apa masalah utamanya, informasi apa yang relevan, dan bagaimana cara menemukan solusi yang logis.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Belajar mengelola waktu.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Berlatihlah mengerjakan soal dengan batas waktu agar terbiasa menentukan prioritas dan tetap berkonsentrasi dalam situasi ujian.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Kenali kekuatan dan kelemahan diri.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Pertahankan bidang yang sudah dikuasai, tetapi jangan mengabaikan materi yang masih sulit.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Jangan menyerah setelah gagal.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Gunakan hasil yang belum memuaskan sebagai bahan evaluasi untuk menyusun strategi belajar yang lebih efektif.<\/span><\/li>\n<li style=\"font-weight: 400;\" aria-level=\"1\"><b>Berani mencoba tantangan baru.<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> Ikuti olimpiade, kompetisi akademik, debat, atau kegiatan lain yang mendorong kemampuan berpikir dan memperluas pengalaman.<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p><b>Pesan Inspiratif<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan hanya mengagumi nilai tinggi atau prestasi yang diraih Amadeo Yesa. Pelajari kebiasaan dan sikap yang mendukung keberhasilannya. Mulailah dari langkah kecil: belajar secara teratur, berani menghadapi soal sulit, dan tidak berhenti ketika mengalami kegagalan. Sebab, masa depan bukan hanya tentang seberapa cerdas kita hari ini, tetapi juga tentang seberapa besar kemauan kita untuk terus belajar dan berkembang.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><b>DAFTAR PUSTAKA<\/b><\/p>\n<ul>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Institut Teknologi Sepuluh Nopember. (2023, August 9). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Amadeo Yesa, maba ITS 2023 peraih nilai UTBK tertinggi di Indonesia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. ITS News. https:\/\/www.its.ac.id\/news\/amadeo-yesa-maba-its-2023-peraih-nilai-utbk-tertinggi-di-indonesia\/<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Kasih, A. P. (2023, August 10). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Raih nilai UTBK tertinggi di Indonesia, ini cara belajar Amadeo Yesa<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Kompas.com. https:\/\/www.kompas.com\/edu\/read\/2023\/08\/10\/085451971\/raih-nilai-utbk-tertinggi-di-indonesia-ini-cara-belajar-amadeo-yesa<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-weight: 400;\">Ruangguru. (2025, August 8). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Jadwal tayang Clash of Champions Season 2 minggu ini<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Ruangguru Blog. https:\/\/www.ruangguru.com\/blog\/jadwal-tayang-clash-of-champions-season-2<\/span><\/li>\n<\/ul>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Salah satu hal yang dapat dipelajari dari Deo adalah pentingnya konsistensi dalam belajar. Ia dikenal menerapkan kebiasaan belajar secara rutin dan berlatih mengerjakan soal.<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":78124,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","jetpack_publicize_message":"","jetpack_publicize_feature_enabled":true,"jetpack_social_post_already_shared":true,"jetpack_social_options":{"image_generator_settings":{"template":"highway","default_image_id":0,"font":"","enabled":false},"version":2}},"categories":[523],"tags":[524],"class_list":["post-78123","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-literasi","tag-literasi"],"jetpack_publicize_connections":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78123","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78123"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78123\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":78126,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78123\/revisions\/78126"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78124"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78123"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78123"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.sman1pekalongan.sch.id\/v3\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78123"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}