PEKALONGAN – Senin pagi, 27 April 2026, udara di SMK Negeri 3 dan SMK Negeri 2 Pekalongan terasa berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa kelas 10 dan 11 dari berbagai SMA, MA, dan SMK se-Kota Pekalongan berkumpul dengan satu ambisi yang sama: menenun prestasi melalui seni dalam ajang Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kota.
Belum juga acara dimulai namun aura persaingan sudah mulai terdengan dari luar sudut ruang aula pembukaan acara FLS3N yang ada di SMKN 3 Pekalongan. Sembari menunggu acara pembukaan resmi dibuka, panitia mengumumkan untuk peserta lomba cabang baca puisi untuk segera menuju ruang penilaian guna menampilkan keterampilan membaca puisi di hadapan para dewan juri. Hal ini dikarenakan peserta lomba cabang baca puisi merupakan cabang lomba dengan peserta terbanyak yaitu 37 peserta oleh sebab itu panitia mendahulukan proses penjurian untuk cabang lomba satu ini.
Acara yang dibuka di Aula SMKN 3 Pekalongan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung bagi para remaja untuk merayakan kreativitas dan mengasah potensi sastra mereka.
Dominasi “Kartinians” di Panggung Kota
Di tengah ketatnya persaingan 16 cabang lomba, sorot lampu panggung kehormatan tampak berpihak pada delegasi SMA Negeri 1 Pekalongan. Siswa-siswi yang akrab disapa Kartinians ini tampil memukau setelah sebelumnya melewati seleksi internal sekolah yang tak kalah ketat.
Hasilnya pun fantastis. Saat jarum jam menunjukkan pukul 15.45 WIB—waktu yang dinanti-nanti untuk pengumuman pemenang—nama SMAN 1 Pekalongan berkali-kali menggema di lokasi acara. Sebanyak 13 piala berhasil mereka bawa pulang ke gerbang sekolah.
Ini adalah buah dari kerja keras siswa dan bimbingan intensif para guru. Langkah di tingkat kota ini adalah batu loncatan menuju mimpi yang lebih besar: Tingkat Nasional.
Daftar Sang Juara
Keberhasilan ini tak lepas dari tangan dingin para pembina. Berikut adalah rincian torehan prestasi SMAN 1 Pekalongan:
- Sentuhan Harmoni (Pembina: Riky Rachmawan, S.Pd., M.A.)
Dunia tarik suara dan instrumen menjadi ladang emas bagi SMANSA. Haura Insia Khadija Shahab (Cipta Lagu), Mohamad Rizki Safarizal (Menyanyi Solo Putra), dan Adinda Yuniar Ratna (Menyanyi Solo Putri) sukses mengamankan podium pertama. Disusul oleh Muhammad Ghazi RM(Cipta Lagu) dan Seaghan Ozara (Instrumen Solo Gitar) yang meraih Juara 2, serta Neswa Zafira (Instrumen Solo Gitar) dan Almaira Zahwa (Menyanyi Solo Putri)di posisi Juara 3. - Cinema dan Fotografi (Pembina: Edi Susilo, S.Pd.)
Di bidang film pendek dan fotografi, ketajaman mata siswa SMANSA terbukti unggul. Tim Film Pendek (Tsalisa Salsabila, M. Dzaky Pramana, Raihan Azhar) serta Thifal Qurratu’ain (Fotografi) sukses menyabet Juara 1. Sementara Al Ghazali Ghani melengkapi kemenangan di posisi Juara 3 cabang lomba Fotografi. - Sastra dan Peran (Pembina: Fildzah Rahmatina, S.Pd. & M. Umar Izzuddin, S.Pd.)
Panggung monolog dan puisi juga menjadi saksi kebolehan mereka. Aqeela Kynatha Aliftia Trizety tampil perkasa sebagai Juara 1 Baca Puisi. Sementara Raisya Aqilla (Monolog) dan Faqih Ahmad Gifri (Cipta Puisi) masing-masing menduduki posisi Juara 2.
Menatap Tiket Provinsi
Bagi para peraih Juara 1, euforia ini barulah awal. Sebanyak enam perwakilan (5 individu dan 1 tim) kini resmi memegang tiket untuk mewakili Kota Pekalongan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.
Sesuai jadwal dari Pusat Prestasi Nasional, kompetisi tingkat provinsi akan bergulir pada Juli hingga September 2026 mendatang. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin *Kartinians* akan kembali mengukir sejarah di tingkat Nasional pada Oktober 2026.
Pekalongan kini menaruh harapan pada pundak anak-anak muda ini, membawa harum nama kota lewat untaian nada, goresan cahaya pada lensa, dan indahnya sastra yang menggema.












