Di balik setiap foto yang baik, selalu ada cerita yang ingin disampaikan. Bagi Thifal Qurraru’ain, siswi kelas XII Kartini 2 SMA Negeri 1 Pekalongan, kamera bukan sekadar alat untuk mengabadikan momen, melainkan jendela untuk melihat kehidupan lebih dekat dan menyuarakan makna melalui gambar. Ketekunan itulah yang mengantarkannya meraih Juara 1 Cabang Fotografi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026.
Prestasi membanggakan tersebut diraih dalam ajang yang berlangsung di Kota Surakarta pada 20 hingga 25 Juli 2026. Di antara para peserta terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah, Thifal berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga dipercaya menjadi wakil Provinsi Jawa Tengah pada FLS3N Tingkat Nasional Tahun 2026.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar SMA Negeri 1 Pekalongan. Tidak hanya karena berhasil meraih gelar juara, tetapi juga karena karya yang dihasilkan mampu memperkenalkan dan mengangkat nilai-nilai budaya lokal melalui media fotografi.
FLS3N merupakan ajang pengembangan talenta yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, karakter, dan potensi di bidang seni serta sastra. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi pelajar untuk belajar berpikir kritis, berkomunikasi secara kreatif, serta mengapresiasi keberagaman budaya Indonesia.
Pada cabang fotografi, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan foto yang menarik secara visual. Mereka harus menyusun sebuah photo story, yaitu rangkaian sembilan foto yang saling terhubung dalam satu tema dan membentuk narasi visual yang utuh. Setiap foto dilengkapi dengan caption yang menjelaskan konteks, alur cerita, serta pesan yang ingin disampaikan.

Karena itu, penilaian tidak hanya bertumpu pada aspek teknis fotografi seperti komposisi, pencahayaan, perspektif, dan ketepatan momen. Dewan juri juga menilai kedalaman riset, kekuatan cerita, sensitivitas budaya, serta kemampuan peserta dalam membangun literasi visual melalui karya yang dihasilkan.
Melalui tema yang mengangkat kekayaan budaya daerah, Thifal menghadirkan sembilan foto yang saling terjalin menjadi sebuah kisah. Setiap bingkai foto merekam aktivitas masyarakat sekaligus menggambarkan nilai, tradisi, dan identitas budaya yang masih hidup hingga saat ini. Dengan dukungan caption yang informatif dan reflektif, karya tersebut berhasil menghadirkan pengalaman visual yang kuat dan menyentuh.

Bagi Thifal, proses menciptakan karya tersebut bukan hanya tentang mencari gambar yang indah. Ia harus melakukan pengamatan, memahami konteks budaya, berinteraksi dengan masyarakat, hingga menentukan alur cerita yang mampu menyampaikan pesan secara utuh kepada penikmat foto.
Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari proses pembinaan yang dilakukan oleh Edi Susilo, S.Pd., selaku Pembina Cabang Fotografi SMA Negeri 1 Pekalongan. Dalam proses pembinaan, peserta didik didorong untuk tidak hanya menguasai teknik fotografi, tetapi juga mengembangkan kemampuan bercerita melalui gambar.
Menurut Edi Susilo, fotografi memiliki peran penting dalam membentuk kepekaan peserta didik terhadap lingkungan dan kehidupan sosial di sekitarnya.
“Fotografi mengajarkan kita unutk melihat dari berbagi sudut pandang dan menemukan gambaran paling bagus dari sebuah obyek, begitupun kehidupan.”
Pesan tersebut seolah menjadi gambaran perjalanan yang telah dilalui Thifal. Prestasi yang diraih tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses belajar yang panjang, latihan yang konsisten, serta keberanian untuk terus mengeksplorasi perspektif dan ide-ide baru.
Apresiasi juga disampaikan oleh Plt Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan, Wachid Mucharom. Menurutnya, capaian yang diraih Thifal menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah yang mendukung pengembangan talenta peserta didik mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, adaptif, dan berdaya saing.
“Kami berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan minat dan bakat serta berani menghasilkan karya terbaik.”
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa seluruh keluarga besar SMA Negeri 1 Pekalongan memberikan doa dan dukungan penuh kepada Thifal yang akan melanjutkan perjuangannya di tingkat nasional. Harapan besar pun menyertai langkahnya agar mampu memberikan hasil terbaik saat membawa nama Jawa Tengah di panggung FLS3N Nasional 2026.
Prestasi yang diraih Thifal menjadi pengingat bahwa karya besar sering kali lahir dari ketekunan dalam menekuni hal-hal sederhana. Melalui lensa kameranya, ia membuktikan bahwa fotografi tidak hanya tentang menangkap gambar, tetapi juga tentang menjaga cerita, merawat budaya, dan menyampaikan pesan kepada dunia.
Kini, perjalanan baru telah menanti. Dengan membawa semangat belajar, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya Indonesia, Thifal akan melangkah ke tingkat nasional sebagai duta Jawa Tengah. Semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik SMA Negeri 1 Pekalongan untuk terus berkarya, berani bermimpi, dan menjadikan setiap bakat sebagai jalan untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
Karena pada akhirnya, sebuah foto terbaik bukan hanya yang enak dipandang, tetapi yang mampu membuat orang lain melihat, memahami, dan menghargai kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.