SMAN 1 Pekalongan Tanamkan Nilai Antikorupsi: Mendidik Pemimpin Muda yang Jujur dan Berintegritas Jurnalistik SMANSA 6 November 2025

SMAN 1 Pekalongan Tanamkan Nilai Antikorupsi: Mendidik Pemimpin Muda yang Jujur dan Berintegritas

WhatsApp Image 2025-11-10 at 16.14.57

Pekalongan – Di tengah derasnya arus kasus korupsi yang terus mencuat di berbagai lini pemerintahan, harapan akan hadirnya pemimpin yang jujur dan berintegritas masih terus dijaga. Salah satu upaya nyata datang dari dunia pendidikan, seperti yang dilakukan oleh SMA Negeri 1 Pekalongan.

Pada Kamis, 6 November 2025, sekolah ini menggelar kegiatan Sosialisasi Sekolah Berintegritas yang diikuti oleh siswa-siswi kelas X dan XI. Bertempat di Ruang Multimedia, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh menghadapi godaan kekuasaan dan uang.

Pendidikan Karakter Jadi Pondasi

Acara dibuka dengan sambutan dari Plt. Kepala SMA Negeri 1 Pekalongan, Bapak Wachid Mucharom, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai akademik, tetapi juga pembentukan karakter. “Kami ingin siswa kami tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tapi juga jujur dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari Kejaksaan Negeri Kota Pekalongan, yaitu Bapak Bayu dan Ibu Messy dari Bidang Intelijen. Mereka menyampaikan materi seputar pengertian korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta bagaimana pencegahannya bisa dimulai dari lingkungan terdekat.

Pencegahan Korupsi Dimulai dari Rumah

Dalam paparannya, para narasumber menjelaskan bahwa pencegahan korupsi tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum. Peran keluarga, masyarakat, dan sekolah sangat penting dalam membentuk budaya antikorupsi.

  • Di keluarga, nilai kejujuran dan keteladanan menjadi dasar utama.
  • Di masyarakat, kampanye sosial dan pengawasan publik harus diperkuat.
  • Di sekolah, pendidikan antikorupsi bisa diintegrasikan melalui kurikulum, pelatihan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Para siswa juga dikenalkan dengan sembilan nilai dasar antikorupsi: jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, berani, adil, dan sederhana.

Diskusi Kritis: Mengapa Korupsi Masih Terjadi?

Sesi tanya jawab menjadi bagian yang paling interaktif. Salah satu siswa bertanya, “Mengapa korupsi masih terus terjadi meski hukumannya berat?

Ibu Messy menjawab bahwa korupsi seringkali dipicu oleh tekanan ekonomi, gaya hidup konsumtif, dan lingkungan pertemanan yang tidak sehat. “Korupsi bisa terjadi di semua lapisan masyarakat, bukan hanya di kalangan pejabat,” jelasnya.

Pak Bayu menambahkan, “Semakin tinggi jabatan seseorang, semakin besar pula godaan dan tekanan yang dihadapi. Karena itu, integritas harus dibangun sejak dini.

Harapan dari Sekolah untuk Masa Depan Bangsa

Kegiatan ditutup dengan semangat melalui pekikan jargon khas SMANSA yang menggema di seluruh ruangan. Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi simbol komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang siap menjadi pemimpin masa depan yang bersih dan beretika.

Karena negeri yang sejahtera bukan hanya dibangun oleh pembangunan fisik, tetapi oleh karakter pemimpinnya. Dan karakter itu, seperti yang ditunjukkan oleh SMAN 1 Pekalongan, bisa mulai ditanamkan sejak bangku sekolah.

Reporter : Muhammad Urwah Al Wutsqoo (XI Kartini 1)

Write a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top