Dari Membantu Ibu Berjualan hingga Kuliah Gratis di UGM Jurnalistik SMANSA 28 October 2026

Dari Membantu Ibu Berjualan hingga Kuliah Gratis di UGM

Pernahkah kamu membayangkan harus bangun dini hari untuk membantu orang tua mencari nafkah, lalu berangkat sekolah dan tetap berjuang meraih cita-cita? Bagi Muhammad Fathan Khairul Muna R., hal tersebut merupakan bagian dari kehidupan sehari-harinya. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, Fathan berhasil mewujudkan impiannya untuk kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan dukungan subsidi Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 100 persen.

Kisah Fathan mengajarkan bahwa keadaan sulit tidak harus menjadi penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan ketekunan, perencanaan, dan keberanian memanfaatkan kesempatan, mimpi yang terasa jauh dapat diperjuangkan selangkah demi selangkah.

Bangun Dini Hari, Berjuang Demi Masa Depan

Sebelum menjalani aktivitas sebagai pelajar, Fathan terbiasa bangun dini hari untuk membantu ibunya, Rida Rahayu, menyiapkan dan mengantarkan dagangan ke kantin sekolah. Setelah menyelesaikan pekerjaan tersebut, ia menjalani rutinitas sebagai siswa yang harus belajar dan mempersiapkan masa depannya.

Kehidupan keluarga Fathan berubah setelah ayahnya meninggal dunia pada November 2024. Sejak saat itu, ibunya harus menjadi tulang punggung keluarga dengan menjalankan usaha kuliner untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, Fathan belajar memahami arti tanggung jawab dan pentingnya saling mendukung dalam keluarga.

Meski harus membagi waktu antara membantu ibunya dan belajar, Fathan tidak menyerah pada keadaan. Ia tetap memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Baginya, membantu keluarga dan mengejar pendidikan bukanlah dua hal yang harus saling menghalangi. Keduanya justru menjadi alasan untuk terus berusaha.

Perjuangan Fathan mengingatkan kita bahwa setiap orang memiliki tantangan yang berbeda. Ada pelajar yang dapat belajar dengan fasilitas lengkap, sementara yang lain harus berjuang membagi waktu dengan tanggung jawab keluarga. Namun, keterbatasan tidak seharusnya membuat seseorang langsung menutup peluang untuk berkembang.

Mempersiapkan Mimpi dengan Usaha Nyata

Fathan bercita-cita melanjutkan pendidikan di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Ia memahami bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan persiapan yang matang. Karena itu, ia berusaha menjaga prestasi akademik sejak awal SMA dan memberikan perhatian pada mata pelajaran yang relevan dengan bidang pilihannya.

Selain belajar di kelas, Fathan juga mengikuti berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik. Salah satu prestasinya adalah meraih Juara II dalam lomba cerdas cermat yang diselenggarakan Mahkamah Konstitusi Indonesia tingkat Sumatra. Ia juga memperoleh Beasiswa 4698 dari alumni sekolahnya ketika duduk di kelas XII.

Berbagai pencapaian tersebut menunjukkan bahwa Fathan tidak hanya mengandalkan keinginan, tetapi juga berusaha membangun kemampuan dan mencari kesempatan. Ia memanfaatkan waktu untuk belajar, mengikuti kompetisi, serta mengembangkan potensi dirinya.

Tentu, perjalanan tersebut tidak selalu mudah. Fathan juga pernah mengalami kegagalan dalam kompetisi. Ia sempat merasa kecewa, tetapi tidak membiarkan kekecewaan itu menghentikan langkahnya. Ia memilih untuk mencoba kembali dan menjadikan pengalaman sebelumnya sebagai bahan pembelajaran.

Sikap ini menjadi pelajaran penting bagi generasi muda. Kegagalan dalam ujian, perlombaan, atau seleksi bukanlah akhir dari segalanya. Kita boleh merasa sedih ketika hasil tidak sesuai harapan, tetapi jangan sampai satu kegagalan membuat kita kehilangan keberanian untuk mencoba kembali. Evaluasi kekurangan, perbaiki persiapan, dan terus belajar.

 

Dukungan Keluarga dan Kesempatan Pendidikan

Di balik perjuangan Fathan, ada peran besar keluarga. Ibunya terus berusaha memenuhi kebutuhan hidup sekaligus mendukung pendidikan anaknya. Kakak perempuannya juga memberikan dukungan moral dan finansial. Dukungan tersebut menjadi kekuatan bagi Fathan untuk tetap bersemangat mengejar cita-cita.

Kisah ini mengingatkan kita untuk menghargai perjuangan orang tua. Bentuk perjuangan mereka tidak selalu terlihat dalam hal-hal besar. Terkadang, perjuangan itu hadir melalui pekerjaan sehari-hari, waktu yang dikorbankan, dan usaha untuk memastikan anak-anak memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.

Setelah melalui berbagai proses persiapan, Fathan akhirnya diterima di Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada 2026. Ia juga memperoleh subsidi UKT sebesar 100 persen dari UGM sehingga dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa membayar UKT.

Pencapaian ini menjadi kabar membahagiakan bagi Fathan dan keluarganya. Perjuangan yang selama ini dijalani, mulai dari membantu ibu berjualan hingga menjaga prestasi akademik, membawanya selangkah lebih dekat menuju masa depan yang diimpikan.

Namun, keberhasilan tersebut bukan semata-mata tentang diterima di universitas ternama atau mendapatkan kuliah gratis. Lebih dari itu, kisah Fathan menunjukkan pentingnya mempersiapkan diri, mencari informasi, memanfaatkan peluang, dan tetap berusaha meskipun menghadapi keterbatasan.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Ada tiga pelajaran penting dari kisah Fathan.

Pertama, jangan menunggu keadaan sempurna untuk mulai berjuang. Fathan tetap belajar dan mempersiapkan masa depan meskipun memiliki tanggung jawab membantu keluarga. Kita pun dapat memulai dari langkah sederhana, seperti memperbaiki kebiasaan belajar dan menggunakan waktu dengan lebih baik.

Kedua, ubah cita-cita menjadi rencana nyata. Jika ingin kuliah di perguruan tinggi favorit, mulailah menjaga nilai akademik, mencari informasi jalur seleksi, mempelajari persyaratan, dan mencari peluang beasiswa sejak dini. Mimpi akan lebih mudah diperjuangkan ketika kita mengetahui langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Ketiga, jangan menyerah ketika mengalami kegagalan. Tidak semua usaha langsung membuahkan hasil. Keberanian untuk bangkit, mengevaluasi diri, dan mencoba kembali merupakan bagian penting dari proses menuju keberhasilan.

Kisah Fathan bukan berarti bahwa kerja keras selalu menjamin hasil yang sama bagi setiap orang. Setiap pelajar memiliki keadaan dan tantangan berbeda. Namun, kita dapat belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencari peluang dan mengembangkan kemampuan.

Masa Depan Dimulai dari Langkah Hari Ini

Bagi kamu yang saat ini duduk di bangku SMA, mungkin ada impian untuk kuliah di universitas favorit, mendapatkan beasiswa, atau membanggakan orang tua. Jangan hanya menyimpan impian tersebut dalam pikiran. Mulailah melakukan sesuatu untuk mewujudkannya.

Belajarlah dengan tekun, beranikan diri mengikuti kompetisi, cari informasi tentang perguruan tinggi, dan jangan ragu meminta bimbingan guru. Jika mengalami kegagalan, jadikan pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Kamu tidak harus memiliki perjalanan hidup yang sama dengan Fathan. Setiap orang mempunyai titik awal dan jalannya sendiri. Hal terpenting adalah tidak berhenti berkembang hanya karena keadaan saat ini belum sesuai harapan.

Sebab, masa depan tidak hanya ditentukan oleh keadaan tempat kita memulai, tetapi juga oleh usaha, pilihan, dan ketekunan kita dalam melangkah.

 

Daftar Pustaka

 

Write a comment
Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top