Pekalongan – Di tengah derasnya arus digitalisasi, seni seakan berada di persimpangan jalan. Pertanyaan pun muncul: mampukah karya seni bertahan di era kecerdasan buatan? Ketika algoritma mulai menciptakan lukisan dan puisi, bagaimana nasib para seniman muda yang masih setia pada goresan tangan dan imajinasi?
Pertanyaan itu menjadi latar belakang lahirnya SMANSA Art Exhibition 2025 (SAE 2025), sebuah pameran seni yang digagas oleh Jurnalistik SMA Negeri 1 Pekalongan. Acara ini bukan sekadar ruang untuk memamerkan karya, tetapi juga bentuk perlawanan terhadap anggapan bahwa seni manusia bisa digantikan oleh mesin.

Ruang Kreativitas untuk Generasi Muda
SAE 2025 akan digelar pada 15–17 Desember 2025 di ruang XI Kartini 3 dan XI Kartini 4. Mengusung tema apresiasi dan kreativitas, pameran ini menjadi wadah bagi siswa-siswi SMANSA untuk menyalurkan bakat seni mereka, mulai dari lukisan, fotografi, desain grafis, hingga karya sastra.
Yang menarik, tahun ini SAE menghadirkan inovasi baru: Art Space. Di sini, pengunjung bisa ikut berkreasi dengan melukis di kanvas berukuran 20×20 cm atau menghias totebag berukuran 30×40 cm. Art Space yang berlokasi di XI Kartini 3 ini menjanjikan pengalaman seni yang interaktif.
Lebih dari Sekadar Pameran
Selain Art Space, SAE 2025 juga menghadirkan Pameran Karya Seni siswa SMANSA dan Photobooth yang menjadi favorit pengunjung. Menariknya, untuk menikmati pameran, pengunjung tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, bagi yang ingin mengabadikan momen di photobooth, tersedia paket Rp3.000 untuk soft file dan Rp7.000 untuk hard file.
Kompetisi yang Memacu Kreativitas
Tak lengkap rasanya jika pameran seni tanpa kompetisi. SAE 2025 menghadirkan dua jenis lomba:
Karya Terbaik Per-Kategori, meliputi:
- Fotografi
- Karya 2D
- Desain Grafis atau Seni Digital
- Sastra
Quote Snap, di mana peserta memilih satu karya di ruang pameran, memotretnya, lalu mengunggah di Instagram Story dengan kutipan singkat dan tag akun @jurnalistiksma1pkl.
Mengapresiasi Seni yang Tak Terungkap
Lebih dari sekadar acara, SAE 2025 adalah bentuk penghargaan terhadap seni yang sering kali tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Di tengah gempuran teknologi, pameran ini mengingatkan kita bahwa seni bukan hanya tentang hasil, tetapi tentang proses, emosi, dan jiwa.